News Buroko– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Utara (Sulut) resmi membuka Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) PPP Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Agenda penting ini digelar di Desa Bolangitang I, Kecamatan Bolangitang, dan dihadiri jajaran pengurus partai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang (PAC), hingga ranting.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menjadi momentum konsolidasi pasca-pilkada sekaligus penegasan arah perjuangan politik PPP di Sulut.
Depri Pontoh: “Saatnya Bersatu dan Solid”
Ketua DPW PPP Sulut, Depri Pontoh, menegaskan bahwa Mukercab Boltara bukan sekadar agenda formal, melainkan titik awal konsolidasi yang lebih kuat.
“Tidak ada lagi cerita perbedaan pilihan pasca-pilkada. Sekarang saatnya kita menyatukan langkah dan membangun kekuatan dari desa hingga provinsi. PPP di Boltara sudah sejak lama menjadi perhatian kami, dan ke depan harus semakin solid,” ujar Depri dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi DPC PPP Boltara dalam menjaga marwah partai. “Ini kali pertama Mukercab di Sulut terlaksana pasca-pilkada. Kita berharap 10 DPC lainnya segera menyusul agar konsolidasi berjalan serentak,” imbuhnya.
Empat Keputusan Strategis Mukercab Boltara
Mukercab kali ini menghasilkan empat keputusan penting yang disepakati secara bulat:
-
Mendukung penuh Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030.
-
Mendukung pemerintahan nasional, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
-
Mendukung pemerintahan Provinsi Sulut, Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay periode 2025–2030.
-
Mendukung pemerintahan daerah, Bupati Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Moh Aditya Pontoh di Kabupaten Bolmut.

Baca Juga: DPRD Sulut Sepakat Bahas Ranperda Perumda Pembangunan Pansus Resmi Dibentuk
Keputusan ini menjadi penegasan komitmen PPP Boltara untuk bersinergi dengan pemerintah di semua tingkatan.
Sidik Binol: “Dukungan Kami Bukan Sekadar Formalitas”
Ketua DPC PPP Boltara, Moh Sidik Binol, menegaskan bahwa keputusan yang diambil melalui Mukercab merupakan hasil pembahasan mendalam.
“Kami berkomitmen untuk mendukung program nasional hingga daerah, serta memberikan mandat penuh kepada Pak Mardiono untuk melanjutkan kepemimpinannya di PPP,” tegas Binol.
Ia juga membantah anggapan bahwa dukungan kepada Muhammad Mardiono hanya bersifat seremonial.
“Pak Mardiono bukan pemimpin yang gagal. Dalam politik memang ada dinamika yang kadang menimbulkan kesalahpahaman. Tapi kami mengenal beliau sebagai sosok yang punya rekam jejak baik dan mampu menjaga eksistensi PPP di tengah persaingan politik,” jelasnya.
Lebih jauh, Sidik Binol mengungkapkan bahwa DPC PPP Boltara saat ini sedang membangun sekretariat permanen di Desa Boroko. Menurutnya, pembangunan itu merupakan bukti keseriusan partai dalam memperkuat infrastruktur politik di daerah.
“Ini bukti bahwa kami serius membangun infrastruktur partai demi kerja-kerja politik yang berkesinambungan,” tambahnya.







