Membangun Mutiara di Utara: Kolaborasi Strategis Pemkab Sangihe dan Politeknik Negeri Manado Wujudkan Pariwisata Berkelas Dunia
News Buroko– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe tidak setengah-setengah dalam mengambil langkah strategis. Mereka tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga investasi yang paling berharga: pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan. Langkah monumental ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Negeri Manado (Polimdo), sebuah institusi pendidikan vokasi terkemuka di Kawasan Indonesia Timur.
Di peta Indonesia, Kepulauan Sangihe bagai seuntaian mutiara hijau yang tersembunyi di Laut Sulawesi. Daratannya yang vulkanik nan dramatis, lautnya yang biru jernih penuh kehidupan, dan budayanya yang kaya menyimpan potensi pariwisata yang luar biasa. Namun, seperti mutiara yang masih terpendam di dalam kerang, potensi ini membutuhkan sentuhan ahli untuk dibersihkan, diasah, dan dipromosikan agar berkilau memesona dunia.
Acara yang berlangsung khidmat di Kampus Polimdo ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah deklarasi bersama untuk membangun masa depan pariwisata Sangihe yang berkelanjutan, kompetitif, dan berbasis kearifan lokal.
Sebuah Pertemuan Visi: Pemerintah dan Akademisi Bersinergi
Rombongan Pemkab Sangihe yang dipimpin langsung oleh Bupati, Michael Thungari, disambut dengan hangat oleh jajaran pimpinan Polimdo pimpinan Direktur Dra. Maryke Alelo. Dalam pidatonya, Bupati Thungari menekankan bahwa pengembangan pariwisata adalah sebuah kerja kolektif.

Baca Juga: Demo 25 Agustus Ricuh? Ini Penjelasan Lengkap Pemerintah
Mimpi Besar: Menjadikan Sangihe Primadona Baru Indonesia Timur
Kolaborasi antara Pemkab Sangihe dan Polimdo ini ibarat mendayung dua perahu sekaligus: memenuhi kebutuhan praktis sekaligus membangun visi jangka panjang.
Dalam jangka pendek, masyarakat Sangihe akan langsung merasakan dampaknya melalui peningkatan kapasitas dan kesempatan kerja di sektor pariwisata. Ekosistem wisata yang lebih tertata akan meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian lokal.
MoU ini adalah benih. Perjanjian Kerja Sama adalah pupuknya. Dengan komitmen, kerja keras, dan sinergi yang berkelanjutan dari kedua belah pihak, benih itu akan tumbuh menjadi pohon pariwisata yang rindang, berbuah kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sangihe. Mutiara di Utara itu perlahan mulai diasah, dan tak lama lagi, kilaunya akan memancar menyinari dunia.







