News Buroko– Gerimis yang turun di Kota Manado pada Sabtu pagi itu tak menyurutkan semangat anak-anak Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21. Sejak pukul 08.00 WITA, mereka sudah berbaris rapi di halaman sekolah, menyambut kehadiran Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, bersama sang istri, Ibu Irma Hanggodo. Senyum ceria dan yel-yel semangat dari para siswa seakan menepis suasana mendung yang menaungi langit Manado.
Kunjungan Menteri Dody ke SRMP 21 Manado bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan fasilitas pendidikan yang dibangun melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dapat benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Bagian dari Program Sekolah Rakyat Nasional
SRMP 21 Manado sendiri merupakan bagian dari Program Nasional Sekolah Rakyat Tahap 1A, sebuah terobosan pendidikan yang dicanangkan melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Lokasi sekolah ini menempati bangunan eks-Sentra Tumou Tou milik Kementerian Sosial, yang kemudian direnovasi oleh Kementerian PU secara menyeluruh. Renovasi tersebut selesai tepat waktu, sehingga sekolah ini resmi beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu.
Menteri Dody menekankan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya sekadar membangun gedung, tetapi juga menciptakan ruang tumbuh bagi anak-anak.
“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh. Karena itu, kami ingin pastikan bahwa sarana pendukung seperti asrama dan sanitasi benar-benar layak digunakan,” ujar Menteri Dody dalam sambutannya.

Baca Juga: Pemadaman Listrik 8 Jam di 11 Lokasi Medan Sabtu 13 September 2025
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Belajar
Dalam kesempatan itu, Menteri Dody secara langsung meninjau berbagai fasilitas yang tersedia. Satu per satu, mulai dari ruang kelas, asrama putra-putri, hingga fasilitas sanitasi, diperiksa untuk memastikan kualitasnya. Ia juga sempat mengunjungi perpustakaan, laboratorium, mushola, lapangan olahraga, ruang makan, ruang guru, hingga Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang kini siap mendukung kegiatan belajar-mengajar.
Dengan kapasitas tiga rombongan belajar (rombels), masing-masing diisi 25 siswa, SRMP 21 kini menampung 75 siswa. Mereka didampingi oleh 12 tenaga pengajar yang berkomitmen membimbing anak-anak dengan kurikulum pendidikan yang sudah disesuaikan.
“Menurut saya, 90 persen lebih sudah bagus, bahkan sangat bagus. Kurikulum pendidikannya juga sudah berjalan dengan baik,” ungkap Menteri Dody saat meninjau ruang kelas yang dipenuhi poster-poster edukatif buatan siswa.
Tak hanya meninjau bangunan, Menteri Dody juga meluangkan waktu berbincang dengan para guru mengenai tantangan sehari-hari mereka. Dari cerita para pendidik, ia mengetahui bahwa para siswa begitu antusias bersekolah, bahkan ketika hujan turun sekalipun.







