Gempa M 4,0 Terjadi di Boroko-Bolaang Mongondow Utara Sulut

by -370 Views

Ilustrasi gempa bumi (iStock)

News Buroko – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,0 mengguncang wilayah Boroko dan sekitarnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, pada Senin (6/2/2023) dini hari. Meski gempa cukup terasa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.

Dalam keterangan resmi, BMKG menyebutkan gempa terjadi sekitar pukul 01.20 WIB. Episentrum gempa berada pada koordinat 1,29 Lintang Utara dan 122,98 Bujur Timur, dengan kedalaman mencapai 10 kilometer. Titik pusat gempa berada di arah barat laut Boroko, sekitar 53 kilometer dari daratan utama Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena berada pada kedalaman dangkal dan dengan magnitudo relatif kecil,” tulis BMKG melalui situs resminya.

Baca Juga: LP-KPK Bolmut, Minta Penanggung Jawab SPBU Boroko Segera di Copot

BMKG juga menjelaskan bahwa data gempa yang dirilis bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring dengan masuknya data seismik tambahan. Hal ini merupakan prosedur standar untuk memastikan akurasi informasi.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, sejumlah warga di wilayah pesisir dilaporkan sempat merasakan guncangan ringan yang berlangsung beberapa detik. Aparat pemerintah daerah bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi dampak susulan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta segera keluar dari bangunan dan menuju area terbuka yang aman.

Gempa bumi dengan kekuatan ringan hingga sedang seperti ini cukup sering terjadi di wilayah Sulawesi Utara, yang dikenal sebagai salah satu kawasan rawan gempa karena terletak di zona pertemuan tiga lempeng besar: Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina. Aktivitas tektonik yang tinggi ini menjadi penyebab utama terjadinya gempa-gempa dangkal di wilayah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.