, ,

Sidang Ammar Zoni di PN Jakpus, Mengaku Disetrum dan Dipaksa Mengaku Edarkan Narkoba

by -100 Views
by

News Buroko – Aktor Ammar Zoni menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Dalam persidangan tersebut, Ammar membuat pengakuan mengejutkan dengan menyatakan bahwa dirinya mengalami dugaan kekerasan saat proses pemeriksaan, termasuk disetrum dan dipaksa mengakui peredaran narkoba.

Pengakuan itu disampaikan Ammar di hadapan majelis hakim dan menjadi perhatian publik serta awak media yang mengikuti jalannya persidangan.

Pengakuan di Hadapan Majelis Hakim

Dalam keterangannya, Ammar Zoni mengungkapkan bahwa ia merasa berada di bawah tekanan ketika diperiksa oleh aparat penegak hukum. Ia mengaku diperlakukan tidak manusiawi hingga akhirnya menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang menurutnya tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ammar menegaskan bahwa pengakuan terkait peredaran narkoba yang tertuang dalam berkas perkara bukan berasal dari kehendaknya sendiri, melainkan akibat tekanan fisik dan psikologis yang ia alami.

Klaim Mengalami Kekerasan Saat Pemeriksaan

Di hadapan hakim, Ammar menyebut adanya tindakan penyetruman yang diduga dilakukan saat proses pemeriksaan berlangsung. Ia mengaku ketakutan dan berada dalam kondisi tertekan, sehingga mengikuti apa yang diminta oleh pemeriksa agar proses tersebut segera berakhir.

Pernyataan ini sontak memicu reaksi serius dari majelis hakim yang kemudian mencatat pengakuan tersebut dalam persidangan.

Ammar Zoni
Ammar Zoni

Baca juga: Wabup Gorontalo Utara Sebut Bercahaya Night Run Dorong Pertumbuhan UMKM

Majelis Hakim Mencatat dan Akan Mendalami

Menanggapi pengakuan Ammar, majelis hakim menyatakan akan mencatat seluruh keterangan terdakwa dan mempertimbangkannya dalam proses persidangan. Hakim juga menegaskan bahwa setiap bentuk dugaan pelanggaran prosedur hukum harus diuji kebenarannya melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Majelis hakim mengingatkan bahwa persidangan bertujuan menggali fakta secara objektif, termasuk memastikan apakah hak-hak terdakwa telah dipenuhi selama proses penyidikan.

Jaksa Masih Berpegang pada Dakwaan

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan tetap menyatakan berpegang pada dakwaan yang telah disusun berdasarkan hasil penyidikan. Jaksa menilai seluruh proses penegakan hukum telah dilakukan sesuai prosedur dan alat bukti yang ada.

Namun demikian, jaksa membuka ruang untuk menanggapi secara resmi klaim terdakwa dalam agenda persidangan berikutnya sesuai tahapan hukum.

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Pelanggaran HAM

Pihak kuasa hukum Ammar Zoni menegaskan bahwa pengakuan kliennya menunjukkan adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam proses penegakan hukum. Mereka meminta majelis hakim untuk memberi perhatian serius terhadap klaim tersebut dan membuka kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut.

Kuasa hukum juga menyebut akan menempuh langkah hukum tambahan apabila dugaan kekerasan tersebut terbukti memiliki dasar yang kuat.

Kasus Tetap Berjalan, Publik Menanti Fakta Persidangan

Meski muncul pengakuan kontroversial, proses hukum terhadap Ammar Zoni tetap berlanjut sesuai agenda persidangan yang telah ditetapkan. Sidang selanjutnya akan menghadirkan pemeriksaan lanjutan dan pembuktian dari kedua belah pihak.

Publik kini menanti bagaimana majelis hakim akan menilai pengakuan terdakwa tersebut, serta apakah klaim dugaan kekerasan akan berpengaruh terhadap jalannya perkara.

Pengingat Pentingnya Penegakan Hukum yang Berkeadilan

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan hak asasi manusia. Setiap proses penyidikan diharapkan berjalan profesional, transparan, dan bebas dari tindakan kekerasan, agar kebenaran materiil dapat terungkap di persidangan.

Sidang Ammar Zoni pun menjadi sorotan tidak hanya karena figur publik yang terlibat, tetapi juga karena isu serius yang diangkat terkait prosedur hukum dan perlindungan hak terdakwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.