, ,

Razia Imigrasi di AS WNI Turut Diamankan di Pabrik Hyundai Pemerintah RI Turun Tangan

by -409 Views

News Buroko – Sebuah razia imigrasi besar-besaran dilakukan oleh otoritas Amerika Serikat di fasilitas konstruksi pabrik baterai mobil listrik milik Hyundai-LG di Ellabell, Georgia, pada Kamis, 4 September 2025. Operasi ini menjadi salah satu razia terbesar yang pernah dilakukan oleh Homeland Security Investigations (HSI), dan menangkap hampir 475 pekerja yang diduga melanggar aturan imigrasi dan visa.

Di antara ratusan pekerja yang diamankan, terdapat satu warga negara Indonesia (WNI) yang juga ikut tertangkap dalam penggerebekan. WNI tersebut diketahui berinisial CHT, dan ia merupakan salah satu perwakilan dari PT HLI Green Power yang sedang menjalani kunjungan kerja resmi di Amerika Serikat.

CHT Hadir dengan Undangan Resmi

Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, CHT tidak datang ke Amerika Serikat secara ilegal. Ia berada di sana untuk melakukan perjalanan bisnis selama satu bulan, lengkap dengan dokumen resmi berupa paspor, visa, serta surat undangan dari perusahaan yang mengundangnya untuk rapat koordinasi di lokasi proyek Hyundai Metaplant.

Kemenlu: Ada WNI Terjaring Razia Imigrasi di Pabrik Hyundai AS

Baca Juga:Menhut Raja Juli Antoni Klarifikasi Foto Viral Main Domino dengan Tersangka Pembalakan Liar

Sayangnya, saat razia berlangsung, ia sedang berada di lokasi pabrik dan ikut digiring oleh petugas karena berada di tempat yang menjadi target penggerebekan. Hal ini memicu perhatian serius dari pemerintah Indonesia.

Tindakan Pemerintah Indonesia

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston langsung merespons dengan menghubungi otoritas penahanan imigrasi setempat, yaitu Folkston ICE Processing Center, untuk memastikan kondisi dan status hukum CHT. Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa CHT akan mendapatkan pendampingan konsuler penuh dan proses hukum akan dikawal hingga tuntas.Hal ini menimbulkan dampak diplomatik yang cukup besar, terutama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Hal inilah yang menyebabkan munculnya dugaan bahwa ada penyalahgunaan sistem visa oleh jaringan perusahaan pihak ketiga.

Sementara LG Energy Solution menyatakan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait. Keduanya menekankan komitmen untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku di Amerika Serikat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.