Merasa Difitnah, Wartawan Rama Diasyah akan Lapor Balik Terkait Tuduhan Penganiayaan

by -97 Views

Merasa Difitnah, Wartawan Rama Diasyah Siap Lapor Balik atas Tuduhan Penganiayaan

Merasa Difitnah, Wartawan Rama Diasyah akan Lapor Balik Terkait Tuduhan Penganiayaan

News BurokoSeorang wartawan yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, Rama Diasyah, angkat bicara dan menyatakan sikap tegas terhadap tuduhan penganiayaan yang ditujukan kepadanya. Ia menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan bermuatan fitnah, sehingga berencana untuk melaporkan balik pihak yang menuduhnya ke aparat penegak hukum.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rama Diasyah mengaku sangat dirugikan atas munculnya tuduhan tersebut yang telah menyebar di media sosial dan beberapa grup percakapan daring. Menurutnya, tuduhan itu telah mencoreng nama baiknya sebagai jurnalis dan anggota organisasi profesi yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

Saya tegaskan, tuduhan itu sama sekali tidak benar. Ini fitnah yang mencederai integritas saya sebagai wartawan. Saya akan ambil langkah hukum untuk membersihkan nama baik saya,” ujar Rama saat ditemui di kediamannya di Pesawaran, Minggu (14/9/2025).

Kronologi Kejadian

Rama menjelaskan bahwa tuduhan tersebut bermula dari pernyataan seorang warga bernama Zahrial, atau akrab disapa Ryal, yang menyebutkan bahwa akun Facebook bernama Rama Saputra adalah miliknya. Pernyataan tersebut kemudian sampai ke pihak penyidik Polda Lampung, yang memanggil Rama untuk memberikan klarifikasi atas dugaan keterlibatan dalam unggahan tertentu di media sosial.

Saya ke rumah Ryal tujuannya menanyakan apa dasar dia bisa bilang kalau akun Facebook ‘Rama Saputra’ itu adalah saya. Keterangan itulah yang membuat saya dipanggil penyidik. Tapi setelah diklarifikasi, ternyata keterangan Ryal itu tidak punya dasar sama sekali,” terang Rama.

Menurut Rama, kedatangannya ke rumah Ryal semata-mata untuk meminta klarifikasi secara baik-baik, bukan untuk melakukan tindakan kekerasan sebagaimana dituduhkan. Ia juga menyayangkan bahwa pertemuan tersebut kemudian justru dipelintir seolah-olah terjadi penganiayaan.

Saya datang sendiri, tanpa emosi, tanpa membawa siapa pun. Semua saksi yang melihat tahu bahwa saya tidak melakukan penganiayaan. Tapi malah saya yang dituduh, padahal saya hanya ingin menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” ujarnya menambahkan.

Langkah Hukum dan Dukungan PWI

Rama menyatakan telah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya dan tengah mempersiapkan laporan balik kepada pihak kepolisian terkait tuduhan tersebut. Ia menilai langkah ini perlu diambil agar tidak ada lagi pihak yang semena-mena menuduh tanpa bukti.

“Saya sudah berbicara dengan pengacara saya. Kami akan membuat laporan resmi dalam waktu dekat. Hukum harus ditegakkan agar tidak ada lagi orang yang seenaknya memfitnah,” kata Rama dengan nada tegas.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, melalui pernyataan singkatnya, menyampaikan dukungan moral kepada anggotanya tersebut. “Kami tentu menghormati proses hukum yang berjalan, namun kami juga berharap setiap tuduhan terhadap wartawan disertai bukti yang kuat dan tidak mencemarkan nama baik profesi,” ujarnya.

Klarifikasi dan Seruan Etika Bermedia

Kasus ini menjadi perhatian di kalangan insan pers daerah karena dinilai mencerminkan masih tingginya risiko kriminalisasi terhadap wartawan akibat kesalahpahaman di ruang digital. Beberapa rekan seprofesi menyebut bahwa persoalan seperti ini harus diselesaikan secara proporsional, tanpa menuding atau memvonis sebelum ada bukti yang sah.

Rama pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi atau komentar di media sosial yang dapat merugikan pihak lain. “Zaman sekarang apa pun bisa viral, tapi belum tentu benar. Karena itu kita harus bijak dan memeriksa fakta dulu sebelum bicara,” pungkasnya.

Ia berharap permasalahan ini dapat segera terang benderang dan nama baiknya sebagai jurnalis dapat dipulihkan sepenuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.