
News Buroko – Capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) hingga saat ini masih tergolong rendah dan memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut, hingga minggu berjalan tingkat partisipasi masyarakat baru mencapai 12,58 persen, jauh di bawah target nasional tahun 2025 yang ditetapkan sebesar 36 persen.
Program CKG sendiri merupakan program pemeriksaan kesehatan berskala nasional yang dimulai pada 10 Februari 2025, dimana masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini mencakup deteksi dini penyakit tidak menular, pengecekan tekanan darah, kadar gula, kolesterol, serta beberapa indikator kesehatan penting lainnya.
Di Kabupaten Bolmut, total sasaran program mencapai 87.301 penduduk, namun hingga kini baru sekitar 10.985 warga yang tercatat telah memanfaatkan layanan tersebut. Artinya, masih terdapat 76.316 warga yang belum berpartisipasi, sebuah angka yang menunjukkan masih perlunya dorongan dan sosialisasi lebih intensif dari berbagai pihak.
Dinas Kesehatan Bolmut menilai bahwa salah satu faktor rendahnya capaian adalah masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini penyakit. Banyak warga menunda pemeriksaan karena merasa dirinya sehat atau menganggap prosesnya memakan waktu. Selain itu, sebagian masyarakat pedesaan memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan ataupun informasi mengenai jadwal layanan CKG.
Untuk mengatasi hal tersebut, keterlibatan lintas sektor dinilai sangat krusial. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga pendidikan diminta ikut aktif mendorong warga agar memanfaatkan program kesehatan gratis ini. Aparat desa memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengetahui karakteristik warganya masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Bolmut, Ali Dumbela, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Meity Tombinawa, menegaskan bahwa meskipun capaian belum ideal, tren partisipasi sebenarnya menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, tenaga kesehatan di tingkat puskesmas maupun posyandu terus melakukan upaya jemput bola untuk memperluas cakupan pelayanan.
“Kami dari Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas terus berupaya agar target dapat tercapai hingga Desember nanti. Kami optimistis karena partisipasi warga mulai naik, meski perlu kerja keras ekstra untuk mendorong mereka yang belum melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dinkes juga mendorong pelaksanaan kampanye kesehatan secara langsung melalui kunjungan rumah, pos layanan terpadu keliling, serta kolaborasi dengan aparat kecamatan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Selain itu, edukasi berkala tentang manfaat pemeriksaan dini terus diperluas melalui kegiatan keagamaan, pertemuan desa, hingga sekolah-sekolah.
Dengan waktu tersisa menuju target nasional, Pemerintah Kabupaten Bolmut berharap seluruh warga dapat memanfaatkan layanan CKG sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan keluarga. Pemeriksaan kesehatan rutin bukan hanya membantu mencegah penyakit berat, tetapi juga menjadi langkah awal menciptakan masyarakat Bolmut yang lebih sehat dan produktif.


