
News Buroko – Sejumlah rumah warga di Desa Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, kembali terendam banjir pesisir (rob) pada Senin, 28 April 2025. Fenomena tahunan yang biasanya terjadi pada akhir tahun tersebut kini mulai muncul jauh lebih sering, bahkan hampir setiap bulan, sehingga menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga pesisir Boroko.
Banjir mulai dirasakan warga sekitar pukul 06.00 WITA, ketika air laut perlahan naik dan memasuki pekarangan hingga ruang-ruang dalam rumah. Salah seorang warga yang ditemui media mengaku tidak menyangka gelombang pasang kali ini akan setinggi itu.
“Pekan lalu air sempat naik, tapi tidak sampai masuk ke dalam rumah. Hari ini air masuk dan cukup tinggi. Ada sekitar satu jam banjir tadi, tapi kemudian airnya sudah turun,” ujar dia sambil memperlihatkan tanda ketinggian air yang mencapai kurang lebih 30 sentimeter di dinding rumahnya.
Menurut warga, kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Banjir rob biasanya hanya terjadi pada periode tertentu, terutama bulan Desember saat gelombang laut lebih tinggi. Namun tahun ini, frekuensi banjir meningkat tajam dan muncul hampir setiap bulan. Hal itu menyebabkan sebagian warga mulai khawatir akan dampaknya terhadap kondisi rumah, barang-barang, hingga aktivitas harian mereka.
Selain itu, warga juga menyoroti perubahan pola cuaca dan konsistennya gelombang pasang dalam beberapa bulan terakhir yang dianggap turut memicu banjir pesisir ini. Beberapa menduga fenomena astronomis seperti bulan purnama dan “super new moon” menjadi salah satu penyebab meningkatnya ketinggian air laut, seperti yang sering disampaikan BMKG pada peristiwa banjir pesisir di wilayah lainnya.
Pantauan media di lokasi pukul 09.00 WITA, air sudah mulai surut dan sebagian warga terlihat membersihkan lantai rumah dan pekarangan yang dipenuhi lumpur dan sampah yang terbawa air pasang. Meski begitu, kekhawatiran masih menyelimuti warga mengingat intensitas banjir rob yang meningkat, dan ketidakpastian kapan fenomena serupa akan kembali terjadi.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera meninjau kondisi pesisir Boroko dan mempertimbangkan langkah-langkah mitigasi, seperti pembangunan tanggul penahan, peninggian drainase, atau memperkuat sistem peringatan dini. Mereka berharap ada solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar dampak banjir rob yang berulang ini dapat diminimalisasi.







