, , ,

5 Warga Tewas dan Balita Hilang Dampak Banjir dan Longsor di Pulau Siau, Polres Nyaris Tertimbun

by -32 Views
by

News Buroko – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menimbulkan duka mendalam. Hingga saat ini, lima warga dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang balita masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim gabungan. Bahkan, Markas Polres Sitaro nyaris tertimbun longsor akibat material tanah dan bebatuan yang terbawa derasnya air.

Bencana tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pulau Siau selama berjam-jam.

Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor

Hujan deras yang turun sejak malam hari menyebabkan sejumlah sungai meluap dan memicu longsor di beberapa titik rawan. Air bercampur lumpur dan material batu menerjang permukiman warga yang berada di lereng dan bantaran sungai.

Sejumlah rumah warga rusak berat bahkan tersapu arus, sementara akses jalan antarwilayah terputus akibat timbunan material longsor.

Lima Warga Ditemukan Meninggal Dunia

Berdasarkan data sementara, lima warga ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsor dan terseret arus banjir. Tim evakuasi menemukan korban di lokasi yang berbeda-beda, sebagian besar berada di sekitar rumah yang ambruk atau tertimbun material tanah.

Jenazah para korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Banjir dan Longsor
Banjir dan Longsor

Baca juga: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Bawa Investasi Pakan Ternak Rp1,2 Triliun, Groundbreaking 7 Januari

Seorang Balita Masih Dalam Pencarian

Selain korban meninggal, seorang balita dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus banjir. Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dan area terdampak longsor.

Proses pencarian terkendala oleh cuaca yang masih hujan serta kondisi medan yang berat dan berlumpur.

Polres Nyaris Tertimbun Material Longsor

Dampak bencana juga dirasakan oleh fasilitas publik. Markas Polres Sitaro dilaporkan nyaris tertimbun longsor, setelah material tanah dan batuan turun dari perbukitan di sekitar lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari anggota kepolisian dalam kejadian tersebut.

Namun demikian, sejumlah bagian bangunan dan halaman polres tertutup lumpur dan material longsor, sehingga aktivitas pelayanan sementara terganggu.

Tim Gabungan Lakukan Evakuasi dan Penanganan Darurat

Pasca-bencana, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga, membuka akses jalan, serta mendirikan posko darurat. Warga yang rumahnya rusak atau berada di zona rawan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Mendesak

Ratusan warga terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam atau rusak parah. Di lokasi pengungsian, warga membutuhkan bantuan tambahan, terutama makanan, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta layanan kesehatan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata.

Imbauan Waspada Bencana Susulan

Pihak berwenang mengimbau masyarakat Pulau Siau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi. Warga diminta menjauhi daerah lereng curam, bantaran sungai, serta segera mengungsi jika kondisi dinilai membahayakan.

Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan darurat demi keselamatan masyarakat.

Duka Mendalam dan Harapan Pemulihan

Bencana banjir dan longsor ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Pulau Siau. Pemerintah dan seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus melakukan upaya penanganan, pencarian korban hilang, serta pemulihan pascabencana.

Masyarakat berharap bantuan segera datang dan proses pemulihan dapat berjalan cepat agar kehidupan dapat kembali normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.